Jumat, 30 Maret 2012

PENGRAJIN MARMER TULUNGAGUNG MENJERIT DENGAN RENCANA KENAIKAN BBM


MARMER TULUNGAGUNG ONLINE - Rencana pengurangan Subsisdi  BBM yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pada awal   bulan april 2012, sudah terasa  dikeluhkan oleh pengusaha kecil marmer  atau home industry kerajinan marmer ,dikecamatan Campurdarat , kabupaten Tulungagung.Harga BBM yang melambung akan meningkatkan biaya  operasional pengerjaan kerajinan marmer yang mereka produksi,sedangkan untuk meningkatkan harga jual,banyak yang mengeluh kesulitan,seandainya dipaksakan untuk menaikkan harga jual,bagaimana nasib kami sebagai pengrajin kecil  kedepan…??

Dikutip dari Surabaya  Pagi News : Kenaikan Harga  Bahan Bakar Minyak  pada saat ini sudah berpengaruh kepada para pengusaha kecil ini. Dalam hal ini adalah pada operasional  proses produksinya  para pengrajin marmer sangat bergantung pada BBM sebagai sumber tanaga pengolahan,seperti halnya pada mesin potong marmer,mesin bubut ,dan juga Diesel perajang marmer untuk Souvenir dan kerajinan yang diproduksi.Jika hal ini mengakibatkan kenaikan harga kerajinan marmer tentunya akan berdapakan juga tentang penurunan omzet penjualan .

Akibat dari kenaikan BBM nanti, pasti akan berpengaruh pada kebutuhan akan bahan bakunya. Yang mana harga juga akan naik. Dengan kenaikan harga bahan baku ini tentunya proses produksi akan terganggu.
Hal ini sudah dirasakan oleh salah satu pengrajin marmer Sugeng (30) asal desa Gamping Campurdarat Tulungagung. ”Bahan baku sudah naik,untuk harga batu marmer putih per kubiknya sudah mencapai Rp 2,5 juta,sedangkan yang batu marmer hitam harganya sekarang Rp 1,8 juta per kubiknya,” katanya
Lanjut katanya, dengan harga sebesar itu otomatis harga kerajinan juga naik, dengan kenaikan harga tentunya akan berpengaruh terhadap permintaan pasar. “Dengan baru terdengar dengan rencana kenaikan BBM saja sudah berpengaruh terhadap penurunan permintaan,”tegasnya

Senada dengan itu Enggar (35) pengusaha penggergajian batu marmer asal campurdarat mengatakan hal senada. ”Seiring dengan kenaikan BBM nantinya otomatis harga bahan baku akan naik, belum lagi biaya pengiriman dan biaya tenaga kerja pasti akan mengalami kenaikan,” katanya
Ya,bukan mereka berdua saja yang mengeluh tentang kenaikan Harga BBM ini, saya Juga sangat menyesalkan jika kenaikan BBM ini tidak mempertimabangkan kesehatan Usaha para pengrajin marmer yangm jumlahnya ribuan dikecamatan Campurdarat ini.Dalam memproduksi kerajinan marmer,sebagaian besar warga kami mempergunakan BBM sebagai sumber tenaga,jadi kalau ada kenaikan hal ini akan membuat pukulan telak didada kami sebagai pengrajin kecil.Lantas pada siapa lagi kami mengeluhkan nasib kami yang semakin tidak menentu ini ?
Dengan kenyataan tersebut sejumlah pengusaha kerajinan marmer di kota marmer ini berharap dengan sangat agar rencana kenaikan ini bisa ditunda dulu dengan memepertimbangkan kepentingan masyarakat kecil . Kalaupaun jadi naik kenaikan harga BBM tidak terlalu tinggi, sehingga tidak memberatkan bagi kalangan industri kecil marmer Tulungagung ,” harap Enggar.
 Akhir Edit Kutipan kami: Semoga  adik-adik mahasiswa yang berjuang  dengan demo-demo mereka diberi keselamatan dan perlindungan  Oleh tuhan dan pesan saya hindari yang bakar-bakaran atau anarkhis ,kami yakin niatan kalian memperjuangkan kami sebagai masyarakat kecil,tidak akan pernah sia-sia,berhasil atau tidak tuntutan kalian ,bukan menjadi tujuan,yang terpenting kalian semua telah menyuarakan Nasib dan jeritan kami.Sebagai pengrajin Kecil marmer Tulungagung.
Dikutip dan diedit Versi gue : SURABAYA PAGI NEWs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar